Skip to content

Mempertahankan Persahabatan (Ukhuwwah)

May 19, 2009

Sebuah nasehat dari Imam Syafi’i Rahimahullahu.

Yunus bin Abdul A’la bercerita, pada suatu hari Imam Syafi’I berkata kepadaku :
“Wahai Yunus, jika engkau mendengar sesuatu yang engkau benci tentang sahabatmu, maka jangan tergesa-gesa untuk memusuhinya, memutus tali persahabatan dan kamu menjadi orang yang telah menghilankan sesuatu keyakinan dengan keraguan. Tetapi temuilah dia ! Dan katakan padanya, “Aku dengar, kamu melakukan ini dan itu…?” tentunya dengan tanpa memberitahu kepadanya siapa yang memberi informasi kepadamu.
Jika ia mengingkarinya, maka katakan kepadanya,
“Kamu lebih jujur dan lebih baik”, cukup kalimat itu saja dan jangan menambahkan dengan kalimat apapun. Namun jika ia mengakui hal tersebut dan ia mengemukakan argumentasinya akan hal itu, maka terimalah.
Jika engkau melihat itu, maka katakan kepadanya, “Apa sesungguhnya yang kau inginkan dari apa yang kau dengar tentangmu ?” Maka jika dia menuturkan sesuatu yang tampaknya ia minta dimaklumi, maka terimalah itu.
Tapi jika engkau tidak melihat hal tersebut dan merasa tidak nyaman dengan itu, maka ketika itu engkau tegaskan bahwa dia telah melakukan suatu keburukan, kemudian engkau punya pilihan ; jika mau, engkau bisa memberinya pelajaran yang setimpal dan tidak berlebihan ;dan jika mau, engkau bisa memaafkannya dan maaf itu lebih dekat kepada taqwa serta merupakan kedermawanan yang luar biasa, sebagaimana firman Allah ta’ala :
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik Maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya dia tidak menyukai orang-orang yang zalim”. (QS 42 :40)
Kalau dirimu terdorong ingin untuk melakukan pembalasan, maka ingatlah kebaikan yang pernah ia lakukan untukmu dan jangan kau kurangi sisa kebaikannya yang lalu karena kesalahan yang ia lakukan, karena hal ini adalah merupakan bentuk kezaliman terhadap dirinya sendiri.
Sungguh, seorang lelaki saleh berkata,
“Semoga Allah merahmati orang yang membalas kejahatanku tanpa melebihinya dan tidak mengurangi hak diriku.”
Wahai Yunus, jika engkau mempunyai seorang sahabat, maka sesungguhnya membina tali persahabatan itu tidak mudah, sedangkan memutuskannya adalah hal yang gampang.
Ada seorang lelaki saleh yang memberikan tamsil, bahwa orang yang mudah memutuskan tali persahabatan, bagaikan seorang anak kecil yang melempar batu kedalam sumur, begitu mudah anak itu melemparkannya, namun betapa sulit bila pun lelaki dewasa yang mengeluarkan batu tersebut dari dalam sumur.
Inilah nasehatku, semoga keselamatan senantiasa menyertaimu.

From → Hikmah, Islamic

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: