Skip to content

Klarifikasi PKS untuk pencalonan SOHE

September 1, 2008

Sejak saya mempublikasikan diri sebagai salah satu caleg yang diberi amanah oleh PKS mewakili kodya Palembang, ada sejumlah kritik maupun pertanyaan yang masuk kesaya. Baik melalui blog arsiparmansyah.wordpress.com maupun di milis_iqra@googlegroups.com atau diemail pribadi. Tanggapan itu sendiri memang sifatnya variasi, banyak yang antusias, banyak pula yang mendukung serta tidak sedikit yang memberi rambu-rambu kuning kepada saya.

Secara detil, mengenai konsep berpartai bagi umat Islam saya sudah gulirkan dalam beberapa artikel baru yang khusus saya tulis mengenainya. Seperti “Hukum Mempromosikan Diri”, “Islam Kaffah : An Unlimited System” serta yang terakhir adalah “Islam Kaffah : The Soulmate”. Jauh sebelum ini, saya juga telah banyak menyinggung tentang konsep penyatuan agama dengan kehidupan dunia. Baik ditulisan-tulisan saya tahun 90-an sewaktu masih bergabung di Islamic Network, MyQuran, Eramuslim maupun posting-posting saya diblog Swaramuslim dan arsiparmansyah. Tidak ketinggalan pula diketiga buku saya yang sudah terbit dipasaran (Rekonstruksi Sejarah Isa Al-Masih, Jejak Nabi Palsu dan Ramalan Imam Mahdi).

Topik yang banyak mendapat sorotan adalah pertanyaan seputar pendukungan PKS terhadap Cagub Sumsel Syahrial Oesman dipilkada Gubernur 2008. Semua sudah saya jawab secara tuntas berdasar apa yang saya ketahui baik melalui aspek penganalisaan maupun aspek keagamaan. Jawaban-jawaban itu sudah pula saya posting baik di milis_iqra maupun diblog arsiparmansyah. Kali ini, saya akan menurunkan tulisan sejenis yang saya ambil dari Harian Sriwijaya Post Kamis tanggal 21 Agustus 2008 hal. 1 dan 2 mengenai tanggapan Presiden PKS Bapak Tifatul Sembiring dan juga Sekretaris DPW PKS Sumsel sekaitan dukungan PKS terhadap Syahrial Oesman.

Semoga konfirmasi tambahan ini dapat bermanfaat bagi para simpatisan, kader maupun masyarakat luas terhadap sikap PKS.

Berikut adalah kutipan tersebut :

Sikap religius SO merupakan salah satu pertimbangan penting yang diambil Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk menjadi salah satu partai pengusungnya. Parpol yang hingga kini terkenal menerapkan konsep amar ma’ruf nahi munkar secara kaffah ini juga sangat peduli terhadap sikap dan moral tokoh yang didukungnya. Akhir-akhir ini banyak isu negatip yang dilontarkan lawan politik terhadap SO.

“Kami mendengar banyak fitnah yang dilontarkan terhadap Pak Syahrial. Saudara-saudara, PKS sudah turun melakukan penyelidikan terhadap tuduhan-tuduhan itu. Hasilnya semua tidak terbukti, semua fitnah. Mohon saudara-saudara tidak terpengaruh fitnah-fitnah itu.” Kata Presiden PKS Tifatul Sembiring saat berkampanye untuk SOHE dilapangan Parkir Bumi Sriwijaya, Selasa (19/8).

Senada dengan Tifatul, Sekretaris DPW PKS Sumsel Erza Saladin mengungkapkan bahwa PKS tetap mendukung pasangan SOHE karena keputusan ini sudah dikaji tingkat kemaslahatan dan kemudharatannya secara cermat. Hasil kajian dan dialog PKS, foto yang dipermasalahkan tersebut diambil tahun 2003 lalu saat SO berwisata ke Genting Highland. Itu jauh sebelum PKS memutuskan mendukung SOHE pada September 2007 lalu. “Sebelum dukung kita sudah analisa, melakukan dialog dan komitmen kekinian”, ujar Erza.

Dikolom lain disebutkan pula bahwa kepemimpinan Syahrial Oesman selama 5 tahun terakhir (2003-2008) dinilai telah membawa pencerahan dibidang keagamaan. Hal ini dinilai berkat sikap religius SO dan perhatiannya terhadap pembangunan mental spiritual yang seimbang dengan bidang fisik material. Pesan ini disampaikan oleh KH. Cek Ujang bin H. Hasan Syukur (Pembina Yayasan Ahlussunnah Wal Jamaah).

Hubungan Pemprov Sumsel dibawah SO dengan istitusi keagamaan terutama Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga dinilai sangat baik. Hal ini sangat berguna untuk meminimalkan kemaksiatan. Antara lain, kata Cek Ujang, kerjasama antara Pemrov Sumsel dengan MUI untuk mencekal artis yang potensial menyebarkan pornoaksi dan pornografi. SO dinilai sangat memperhatikan pembangunan mental. Antara lain memberangkatkan warga miskin, para kyiai, ustadz dan ustadzah ketanah suci Mekkah, setiap tahun. Bukan hanya mendekati pilkada untuk menarik simpati. Beliau sudah membantu umat yang ingin mencukupkan rukun Islam kelima ini sejak menjabat sebagai Gubernur Sumsel.

Seorang staf di Pemprov Sumsel ikut menyampaikan kesaksiannya pada suatu ketika peristiwa diruang rapat ketika SO masih menjabat Gubernur. “Terdengar adzan Ashar. Pak Syahrial menghentikan pembicaraan selama adzan berkumandang. Beliau juga mulai melepas cincin dan arloji. Usai adzan, beliau meminta izin keluar. Sekitar sepuluh menit kemudian Pak Syahrial masuk ruangan. Kami melihat sisa wudhu dirambut dan wajahnya.” Kata Staf ini.

Itu merupakan salah satu cara SO mencontohkan lewat perbuatan. Dia juga mengajak semua stafnya yang muslim untuk tidak menunda-nunda sholat sekalipun dalam perjalanan. Dalam banyak kunjunganm SO mampir kemasjid untuk menunaikan sholat. Tidak jarang dia mengambil prakarsa sebagai imam.

Itulah klarifikasi resmi dari PKS khususnya yang banyak mendapat sorotan sekaitan kasus Syahrial Oesman di Malaysia pada tahun 2003 (bukan tahun 2007 seperti yang dikatakan oleh Roy Suryo). Tahun 2006-2007, saya pribadi memang ikut mengamati perkembangan religius dari SO. Terutama sejak beliau dengan sumringahnya menaruh perhatian dengan kegiatan ESQ. Bahkan beliau sampai bekerjasama dengan ESQ untuk training staf-staf pemerintahannya. Desember 2007, mertua saya, satu Inspektorat di Banyuasin dan satunya lagi bekerja di Dinas Perkebunan Sumsel bertemu dengan SO ditanah suci ketika menunaikan ibadah haji.

Semua orang pasti pernah berbuat salah, tidak SO, tidak saya dan tidak juga anda yang sedang membaca tulisan ini.

Setiap orang pula, selama dia masih punya kesempatan waktu, berhak untuk mendapatkan kesempatan kedua dimana dia bisa memperbaiki kesalahannya dimasa lalu. Tahun 2003 ke 2007 sangatlah panjang rentang waktunya. Segala hal sudah banyak terjadi, begitu pula dengan kondisi pengetahuan keagamaan serta wawasan seseorang. Jadi tidak bijak menghakimi seseorang atas kesalahan masa lalunya manakala beliau sudah mulai banyak berubah.

artikel dari sini

From → Stories

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: