Skip to content

Sebuah cerita tentang sedekah

August 5, 2008

Pada suatu musim semi, Ibnu Jadan melihat unta
miliknya tumbuh besar dan susunya siap diperah,
diapun berujar, Demi Allah, saya akan
sedekahkan unta betina ini beserta anaknya
kepada tetanggaku sebab Allah SWT
berfirman: Kamu sekali-kali tidak sampai kepada
kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu
menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai
(QS. Ali Imron : 92). Sungguh barang yang paling
kucintai adalah unta betina ini. Lalu iapun
membawa unta betina tersebut beserta anaknya
kepada tetangganya sambil berkata, Ambillah
sebagai hadiah dariku untukmu. Tetangganyapun
tampak sangat bahagia menerima sesuatu yang
sangat berharga tersebut.

Musim semi selesai, tibalah musim kemarau yang
kering dan panas. Ibnu Jadan dan ketiga anaknya
berjalan untuk mencari ad-duhul (lubang dalam
tanah yang menyambung dengan sumber air yang
memiliki mulut diatas tanah). Walaupun sulit,
akhirnya mereka menemukannya, lalu Ibnu Jadan
masuk ke dalam lubang untuk mengambil air
sedangkan ketiga anaknya menantinya di atas.
Setelah Ibnu Jadan masuk, ternyata ia terjebak di
dalam dan tidak dapat keluar. Anak-anaknya yang
menunggu sehari, dua hari hingga hampir
seminggupun putus asa dan mengira ayah mereka
sudah meninggal.

Mereka akhirnya pulang ke rumah dan membagi-
bagikan harta peninggalan ayah mereka. Saat itu,
teringat oleh mereka unta betina yang diberikan
ayahnya kepada tetangganya yang fakir.
Merekapun menuju rumah tetangganya dan
mengatakan pada tetangganya, Kembalikan unta
betina milik kami, maka itu lebih baik bagimu.
Sebagai gantinya ambillah unta jantan ini. Jika
tidak, kami akan mengambilnya secara paksa dan
kamu tak mendapat apapun dari kami.

Si fakir berkata, Sudahkah kalian mengadukan hal
ini pada ayah kalian?. Mereka balik
bertanya, Haruskah aku melapor kepadanya
sementara ia sudah meninggal?. Si fakir
berkata, Dia telah meninggal, bagaimana dia
wafat? Dan mengapa aku tidak mengetahui
beritanya?. Mereka menjawab, Dia masuk ke
suatu lubang di padang pasir dan hingga saat ini
belum keluar. Si fakir berkata, Ajaklah aku pergi
ke lubang itu bersamamu lalu ambillah unta
tersebut. Lakukanlah sepuas hatimu dan aku tidak
menginginkan unta jantan itu.

Berangkatlah mereka ke ad-duhul yang seminggu
lalu dimasuki Ibnu Jadan yang tulus. Si fakir
setelah melihat lubang dalam dan gelap tersebut
lalu mengambil seutas tali dan menyalakan lilin.
Setelah mengikatkan tali tersebut, diapun turun
merayap hingga merasakan sesuatu yang beku di
dekatnya. Dia menyentuh tanah dan salah satu
tangannya menyentuh sesosok laki-laki yang
ternyata masih dapat bernapas. Si fakirpun
menarik sosok tersebut dan menutup matanya
agar tidak silau dengan cahaya matahari,
kemudian mengeluarkannya dan menggendongnya
ke rumah. Detak jantung tanda kehidupan sosok
yang tidak lain adalah Ibnu Jadanpun muncul,
tanpa diketahui anak-anaknya. Tetangganya yang
menolongnya sambil keheranan bertanya, Demi
Allah, beritahukan kepadaku tentang dirimu,
seminggu lamanya kamu berada di bawah tanah
tapi kamu masih hidup?

Ibnu Jadan menjawab, Akan kuceritakan
kepadamu sebuah keajaiban. Ketika aku turun ke
dalam lubang, terlihat di hadapanku beraneka
macam jalan lalu aku berkata dalam hati: aku akan
beristirahat di tempat air yang kudapatkan. Akupun
minum namun rasa lapar tak dapat dihindari dan air
yang diminumpun tak bisa menghilangkan rasa
lapar. Setelah tiga hari rasa lapar semakin tak bisa
ditahan dan ketika aku berbaring sambil pasrah
dan berserah diri kepada Allah, tiba-tiba aku
merasakan tetesan susu mengalir ke dalam
mulutku lalu akupun meluruskan tubuhku untuk
duduk. Tiba-tiba datang sebuah bejana dalam
kegelapan yang tak dapat jelas kulihat, yang
kemudian mendekati mulutku. Akupun meminum
darinya hingga kenyang, setelah itu ia pergi dan
mendatangiku sebanyak tiga kali dalam sehari.
Namun beberapa hari setelah kejadian itu, bejana
itu menghilang tanpa aku tahu sebabnya…

Tetangganya berkata, Jika kamu mengetahui
sebab hilangnya bejana tersebut, tentu kamu akan
kaget. Anak-anakmu mengira kamu telah wafat,
lalu mereka datang kepadaku dan mengambil
kembali unta betina yang Allah kirimkan kepadamu
untuk memberi susunya. Sesungguhnya seorang
muslim dilindungi Allah karena sedekah yang
diberikannya. Firman Allah, Barangsiapa yang
bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan
memberinya jalan keluar dan memberinya rizki dari
sesuatu yang tidak disangka-sangka (QS Ath-Thalaq : 2 3)
(Al Jaza min Jinsi Al Amal, hal 519 520)

From → Hikmah

One Comment
  1. SUBKHANALLOH…maha suci engkau ya allah dengan semua kebesaranmu..semoga alloh memberikan hidayah pada kita semua.sepenggal kisah seperti kisah tadi. ada tetanggaku kakeknya telah mewakafkan tanah kepada masjid.. dan setelah sang kakek meninggal anak dan cucunya mengambil paksa kembali tanah tersebut.. dan yang terjadi semua keluarga itu terkena musibah. sang anak kecelakaan dan 2 orang cucunya tertimpa lonsoran tanah pada saat bekerja untuk mencari pasir hingga keduanya meninggal dunia. Semoga kita dan keluarga selalu dalam petunjuknya. amin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: