Skip to content

Sabar ya

June 23, 2008

Duh…sulitnya berjalan lurus di titian ini,
seperti memilah tapak yang dipenuhi duri,
tapi kali ini duri ini 100 kali lebih tajam,
dan racunnya 300 kali lebih berbahaya……
salah sedikit memilih akan lebih berbahaya,
karena pengintai dibelakang selalu menanti….

entahlah…karena letih atau apa,
lebih baik kututup mata ini,
karena penglihatan dan kelihatan hanya kecanduan yang fana,
sambil menguatkan penglihatan yang lebih dalam,
penglihatan hati….
dan semua indera coba dibangunkan….bersiap…menyongsong langkah baru,
langkah kehati-hatian….

sudahlah…yang penting semua ucapan kini juga telah terbungkam,
ku belajar mendengar dengan hati,
kupaksa akalpun agar mengikuti hati….
hati kecil…yang selalu terjaga fitrahnya…

Kini…….tinggal hati….
bak panglima di medan pertempuran,
mencoba memenangkan pertempuran….
ku berharap, walau hati ini kalah dalam pertempuran….
semoga dia bisa memenangkan peperangan….

sabar ya bro…sedikit lagi….

From → Poetries

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: