Skip to content

Cinta (Setahun yang lalu)

June 23, 2008

“Aku mencintaimu,
dan tak pernah bisa melupakanmu.
Perasaan ini begitu dalam,
sehingga siapapun akan tenggelam dan terhanyut didalamnya.
Setiap kali kucoba mengusirnya,
perasaan ini segera membalasnya dengan ombak kebingungan.
Kebingungan dlm keraguan,
keraguan dlm kebimbangan,
kebimbangan yang galau, yang semua berarti ketidak jelasan”
“Kini kepada siapa lagi perasaan ini kucurahkan,
karena awan putih tebal harapan cepat berlalu,
sedangkan yang kelabu hanya berisikan air kebijaksanaan,
dan tak mampu menahan perasaan ini.
Aku pernah membicarakannya dengan bintang,
tapi ia begitu tinggi,
yang sampai hanya lisanku, tidak dgn hatiku”.
“Lalu hari-hari mulai kulalui dgn sepi,
sangat sunyi di ruangan riuh ini.
Gelak tawa, obrolan, panggilan, sapaan,
semua bak riak senyap di deras air terjun kesendirian.
Dan waktu berjalan perlahan,
detik ke detik lamanya seperti jatuhnya kapas dr tangkainya.
Entah tapi ruangan besar yg kutempati terasa begitu himpit,
dan entah, dipundakku seperti membawa setumpukan kayu bakar
yang siap menjaga api kesedihanku”
“seringkali kubersembunyi dibalik topeng ketegaran,
tetapi kini topeng itu begitu berat & tebal.
Haruskah kukenakan topeng pelarian lain,
ataukah wajah ini memang sudah terlihat tegar”.

notes:
ya begitulah, bila cinta telah bercampur dengan nafsu….
maka terang dan gelap akan menjadi buram,
menyangka mendapat cahaya padahal berjalan menuju kegelapan.

ada tulisan menarik,

“….Anakku, sudah saatnya kau mencari teman sejati yang sejati yang setia dalam suka dan duka.
Teman baik, yang membantumu menjadi orang yang baik. Teman sejati yang bisa kau ajak bercinta untuk surga”.
Sang anak tersentak mendengar perkataan ayahnya.
“Apa maksud ayah dengan teman yang bisa diajak bercinta untuk surga ?” tanyanya dengan nada penasaran.
“Dia adalah teman sejati yang benar-benar mau berteman denganmu bukan karena derajatmu, tetapi karena kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keikhlasan hati.
Dia mencintaimu karena Allah. Dengan dasar itu, kau pun bisa mencintainya dengan dahsyat yang membawa manfaat dan kebaikan. Kekuatan cinta itu juga akan bersinar dan membawa kalian masuk surga” (Habiburrahman El Shirazy)

From → Poetries

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: