Skip to content

Ceramah Taufik Kiemas di RSIS Singapore

September 29, 2007

Selasa, 11/9/07, saya menghadiri ceramah Taufik Kiemas, suami mantan
Presiden Megawati, dalam acara seminar yang diadakan RSIS ( Rajaratman
School of International Studies) tempat saya kuliah. Seminar merupakan bagian dari
mata kuliah yang wajib saya ikuti.

Taufik Kiemas datang atas undangan Indonesian Center RSIS yang dipimpin oleh
Prof. Dr. Leonard Sebastian (Indonesianis Singapura). Tampak hadir menyertai

Taufik para petinggi PDIP, di antaranya Pramono Anung, Sutradara Ginting,
Puan Maharani dan beberapa yang tidak saya kenal.

Dalam kesempatan itu Taufik memaparkan dua hal pokok. Pertama, soal
perkembangan PDIP dan persiapan menghadapi Pemilu 2009. Kedua soal terorisme
dan sektarianisme di Indonesia . Pada poin pertama Taufik, dengan bahasa
Indonesia yang diterjemahkan oleh seorang translator, memaparkan tentang
cita-cita PDIP untuk membangun Indonesia sebagai rumah besar nasionalisme
yang bertujuan mempertahankan Pancasila, NKRI dan mewujudkan pluralisme.
“Mustahil nasionalisme tanpa pluralisme, ” tukas Taufik.

Untuk mewujudkan rumah besar itu, PDIP harus bekerjasama dengan pihak
eksternal. Dalam hal ini ia menyebut Golkar untuk dalam negeri dan Amerika
Serikat yang dianggap memiliki kemampuan campur tangan terhadap negara lain.

“Saya tidak butuh orang-orang golkar. Yang saya butuhkan adalah Partai
Golkar yang berhaluan pluralis,” ujar Taufk.

Sikap itu juga disampaikan saat Taufik dan kawan-kawan berkunjung ke Amerika
Serikat (AS). Menurut Taufik, saat di AS ia menegaskan kembali tentang sikap
PDIP sebagai partai oposisi di Indonesia dan sebagai partai nasionalisme
yang menjunjung tinggi pluralisme.

Saat membahas bagian kedua dari ceramahnya tentang pluralisme dan terorisme
di Indonesia , ia menyebutkan bahwa nasionalisme/ pluralisme di Indonesia
sedang menghadapi apa yang ia sebut sektarianisme. Sektarianisme inilah yang
menjadi kelompok teroris. Persoalannya, menurut Taufik, bila kelompok
teroris membentuk kelompok tersendiri akan lebih mudah untuk menumpasnya,
tapi kini kelompok teroris itu telah masuk ke dalam partai politik sehingga
lebih sulit dideteksi. Dan tanpa tedeng aling ia menyebut PKS.

Lebih lanjut ia menjelaskan, karena itulah mengapa kelompok nasionalis yang
memperjuangan pluralisme di Indonesia bersatu melawan PKS dalam Pilkada di
DKI Jakarta . Karena hanya dengan bersatu padu itulah mereka dapat
mengalahkan PKS di sejumlah daerah. “Tampaknya melihat kaum pluralis bersatu
mereka takut juga,” tandas Taufik.

Ia juga sempat menyitir pidato Pak Hidayat Nur Wahid, yang saya tidak tahu
dimana, bahwa Pak Dayat berbicara tentang nasionalisme dan pluralisme,
seolah-olah ia lebih nasionalis dari orang nasionalis sendiri.

Terus terang, mendengar paparan Taufik itu dada saya langsung bergemuruh.
Tadinya tidak ada niat saya untuk bertanya. Saya datang hanya untuk
menggugurkan kewajiban kuliah saja. Dan kita juga sama-sama tahulah kualitas

Taufik, jadi saya pikir tak ada sesuatu yang bisa diambil. Di samping,
kedatangan saya juga untuk menjaga hubungan baik saya dengan Andi Widjajanto
(anak Theo Syafei yang sedang mengambil Phd. Di Singapura) teman sekelas
saya di satu mata kuliah. Saya juga tahu Andi kini menjadi salah satu
advicer penting di PDIP terkait persoalan militer.

Pada saat masuk sesi tanya jawab, reflek saya angkat tangan. Saya katakan,
sebelum masuk ke pertanyaan saya ingin menanggapi dulu apa yang disampaikan
Taufik tentang PKS. Saya perlu meluruskan masalah ini ke audience karena
yang hadir adalah para mahasiswa RSIS dari berbagai negara. Apa jadinya jika
mereka beranggapan bahwa setiap muslim harus dicurigai sebagai teroris
sebagaimana yang disampaikan Taufik. Lebih berbahaya kalau mereka
beranggapan PKS adalah supporter teroris di Indonesia .

Dengan sedikit emosi saya katakan, PKS adalah a small party in Indoensia,
only 7 percent. PKS dibentuk oleh para generasi muda Indonesia yang mecoba
mencari solusi terhadap berbagai persoalan di Indonesia . Mereka
bercita-cita
ingn membangun apa yang mereka sebut “The New Indoensia”/ Indonesia Baru.
Dan perlu dicatat, mereka adalah lulusan universitas secular di Indonesia,
seperti UI, UGM, ITB dan IPB.

Lalu saya jelaskan, tampaknya cita-cita mereka ini ditangkap oleh sebagain
masyarakat Indonesia berpendidikan dan menginginkan perubahan. Karena itu
terbukti, PKS unggul di Jakarta . Di sini saya memberi penekanan: ” Jakarta
adalah tolok ukur politik di Indonesia . Jika Anda ingin mengatahui the real
politics in Indonesia dan proses demokratisasi di Indonesia, look at
Jakarta !” Sebab jika Anda melihat Indonesia secara keseluruhan, maka
sesungguhnya sebagian besar masyarakat Indonesia berpendidikan rendah yang
mudah dibohongi oleh para elit partai.

Setalah itu barulah saya masuk ke pertanyaan sederhana: Apa konsep PDIP
untuk membangun Indonesia . Pertanyaan itu tak dijawab secara baik oleh
Taufik, karena mungkin ia keburu kaget ada orang PKS terselip di antara
hadirin. Setelah tahu saya orang PKS pernyataannya menjadi melunak, ia
katakan syukurlah kalo ternyata PKS sudah berubah.

Alhamdulillah, tampaknya hadirin mendapatkan informasi lain tentang PKS, hal
itu terlihat dari pertanyaan2 yang terlontar, baik dari orang Indonesia
sediri, Singaporean, Malaysian, semua tampak bernada positif terhadap PKS.
Beberapa kawan dari Indonesia dan beberapa negara menghampiri saya
mengomentari penjelasan singkat saya itu.

Menurut saya, ceramah Taufik Kiemas di RSIS itu tak boleh dianggap angin
lalu. Boleh jadi inilah gambaran sikap PDIP sendiri dan sikap partai-partai
lain secara umum terhadap PKS. Sikap ini tampaknya akan melatari kebijakan
partai untuk menghadapi Pemilu 2009. Isu terorisme, sektarianisme adalah isu
usang namun efektif untuk menjatuhkan citra partai Islam. Sebagaimana
tudingan militer secular Turki yang menuding Justice Party di Turki memiliki

hidden agenda islamisme.

Wallahu a’lam

SUHUD ALYNUDIN

50 Nanyang Crescent Graduate Hall #03-18 Singapore 637598

Phone: +65-81716441

Powered by ScribeFire.

From → Stories

2 Comments
  1. ahmad irhamni permalink

    saya salut dan setuju dengan anda yg begitu berani interupsi, kita harus meluruskan perspektif negatif trhdp PKS…TK tlh memfitnah PKS…mudah2an hal ini didengar keluarga PKS dan ditindaklanjuti…btw saya suka kata2 anda yg ini “Dan kita juga sama-sama tahulah kualitas Taufik, jadi saya pikir tak ada sesuatu yang bisa diambil”

  2. “mungkin ia keburu kaget ada orang PKS terselip di antara
    hadirin.”

    >> hmm.. apa TK belum tau ya klo orang2 PKS ada dimana2 negara?

    “Menurut saya, ceramah Taufik Kiemas di RSIS itu tak boleh dianggap angin lalu.”

    >> menurut saya juga demikian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: