Archive for the 'Thoughts' Category

08
Apr
09

Ga suka PKS, gabung yuks….

masih ragu milih PKS, dibaca artikel dibawah dulu deh…..

FAKTA SEPUTAR PKS

Saya bukan tim sukses PKS apalagi caleg PKS. Saya hanya berharap senayan
diisi oleh orang-orang yang tepat. Yang amanah, yang tidak korupsi dan yang
berjuang untuk kesejahteraan rakyat.
Jangan tertipu oleh iklan, jangan tertipu oleh janji. Lihatlah faktanya.
Tonton berita. Baca koran. Searching google. Kamu akan tahu siapa yang JUJUR
dan lebih layak DIPERCAYA. Dan faktanya ada dihadapan kamu saat ini. Saya
ringkaskan untuk kamu. Tapi kalau kamu tidak percaya kepada saya dan mau
mencari beritanya sendiri itu lebih baik lagi.

Satu lagi yang penting, Saya tidak mengatakan PKS adalah kumpulan malaikat
yang tidak pernah salah. Saya hanya mengatakan PKS relatif lebih BERSIH dan
lebih PEDULI dibanding parpol lain. Jadi kalau dicari-cari kesalahannya
pasti ada juga kesalahan PKS.

Mungkin kamu kagum kepada SBY, JK atau Mega. Tak mengapa karena bahasan kita
kali ini bukan mana presiden terbaik tapi mana parpol terbaik. Tapi ini
pendapat saya saja, kalau kamu punya pendapat lain ya tidak apa.

http://photos-f.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2741/178/12/1030075652/t1030075
652_402085_1333490.jpg

TERBUKTI BERSIH

1.<http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/23/ti
me/105912/idnews/928046/idkanal/10
> PKS mengembalikan gratifikasi 1,9 M

Berita ada di
<http://72.14.235.132/search?q=cache:qcuLxKfjnVMJ:www.kompas.com/kompascetak
/read.php%3Fcnt%3D.xml.2008.

04.15.01082047%26channel%3D2%26mn%3D154%26idx%3D
154+pks+laporkan+gratifikasi+partai+lain+belum+kompas+15+april&cd=2&hl=en&ct
=clnk&gl=sg> kompas dan  <http://suswono.multiply.com/journal/item/10>
Multiply milik Suswono.

Gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang,
barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan,
fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas
lainnya.

Nah menurut pasal 12 B ayat (1) UU No. 31 tahun 1999 jo. UU No. 20 tahun
2001 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi, penerimaan gratifikasi tersebut
harus dilaporkan kepada KPK dalam jangka waktu 30 hari sejak diterimanya
gratifikasi. Nah di bawah ini adalah parpol di DPR yang melaporkan
gratifikasi:

- PKS : 1,9 Milyar
- Golkar: 15,8 juta
- PDK : 5 juta
- PKB : 1 juta
- PDIP : 0
- Demokrat : 0
- PAN : 0
- PDS : 0

Sungguh aneh. Jumlah PKS yang tidak sampai 10% bisa mengembalikan 1,9 milyar
sedangkan sisanya yang 90% hanya mengembalikan 21,8 juta. Ternyata parpol
lain beralasan mereka tidak melaporkan karena mereka tidak menerima
gratifikasi, mereka menolak gratifikasi dari awal. Berita ada di
<http://korantarget.wordpress.com/2008/04/15/pdip-pan-dan-pd-yang-belum-lapo
rkan-gratifikasi-yang-diterima-ke-kpk/
> sini Apa anda percaya? Saya sih
tidak.

Fakta anggota legislatif PKS yang mengembalikan gratifikasi ini sempat
menjadi buah bibir di media nasional. Di antaranya Suryama yang dibahas
kompas dan Suswono. Berita mengenai Suryama ada di
<http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0609/25/Politikhukum/2979035.htm>
kompas. Sementara berita mengenai Suswono ada di
<http://www.detiknews.com/read/2008/07/18/201301/974225/10/2-tahun-wakil-ket
ua-komisi-iv-dpr-terima-gratifikasi-rp-12-m
> detik dan
<http://kompas.co.id/read/xml/2008/08/01/19565990/suswono.serahkan.gratifika
si.ke.kpk..> kompas.

2. PKS mengembalikan uang suap

Diantara 50 anggota Komisi IV DPR yang diduga menerima suap terkait alih
fungsi hutan di Tanjung Api-Api, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, semua
anggota FPKS sudah mengembalikan uang tersebut. Bahkan Uang dikembalikan
pada tahun 2006, jauh sebelum kasus tersebut terungkap. Berita ada di
<http://www.detiknews.com/read/2008/09/24/142743/1011730/10/daftar-lengkap-n
ama-nama-anggota-komisi-iv
> detik dan di
<http://kompas.co.id/read/xml/2008/10/20/15374279/pks.laporkan.gratifikasi.p
royek.tanjung.api-api.rp3722.juta> kompas. Perhatikan bahwa semua fraksi di
DPR terlibat kecuali fraksi PKS. Kamu muak? Saya juga.

3. PKS sering menjadi juru kunci terbongkarnya kasus KORUPSI

Diantaranya Jalaluddin Asy Syatibi juru kunci kasus suap Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Bintan. Berita ada di
<http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/berita.php?newscode=918> Mahkamah
Konstitusi.
Dan Ahmad Zarkasih terkait dugaan korupsi walikota Bengkulu. Berita ada di
<http://www.myrmnews.com/nusantara/index.php?q=news&id=4639> sini. Bahkan
Ahmad Zarkasih malah dimasukkan penjara terkait laporannya. Berita di
<http://www2.kompas.com/utama/news/0602/22/160038.htm> kompas dan di
<http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=8933> Jawa Pos.

http://photos-d.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2741/178/12/1030075652/t1030075
652_402043_4251311.jpg

TERBUKTI PEDULI

Di bawah ini adalah berita yang saya kumpulkan terkait bukti nyata bahwa
anggota DPR dari PKS adalah yang lebih PEDULI dan lebih SENSITIF dengan
nasib rakyat.

1. Terkait Gempa di Yogyakarta

Anggota dewan dari PKS tercatat paling banyak menyumbangkan gajinya kepada
korban bencana.  <http://219.83.123.218/v2/index.php?op=isi&id=1641> FPKS
menyumbang 5 genset untuk korban bencana gempa DIY-Jateng dan
<http://www.detiknews.com/read/2006/06/04/080519/608743/10/anggota-dpr-pks-s
umbang-100–gaji-buat-korban-gempa
> anggota DPR PKS menyumbang 100 % gaji
buat korban Gempa.

2. PKS sering tidak mengambil uang yang merupakan haknya

Tercatat anggota DPR PKS menolak dana upah pungut PAD.Berita di
<http://www.simpatisanpks.co.cc/?p=10> sini. Mereka juga pernah
<http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2005/bulan/10/tgl/25/ti
me/010006/idnews/467956/idkanal/10
> menolak mobil dinas baru. Dan
<http://www.tempointeractive.com/hg/nasional/2005/10/21/brk,20051021-68369,i
d.html
> menolak tunjangan BBM 10jt/bulan. Padahal jika diambil pun itu tidak
melanggar hukum karena diatur undang-undang namun itulah bukti kalau anggota
DPR dari PKS lebih SENSITIF. Hari gini nolak uang?

Selain anggota DPR PKS yang peduli, kader-kader PKS pun selalu terdepan
dalam membantu masyarakat. Baik dalam kegiatan sosial kemasyarakatan maupun
dalam penanggulangan bencana.

<http://www.simpatisanpks.co.cc/?page_id=47> PHOTO-PHOTO AKSI KEMANUSIAAN
PKS

Berita-berita di bawah ini juga menepis anggapan jika PKS hanya peduli
masalah Palestina dan tidak peduli masalah bangsa. Karena kenyataannya aksi
solidaritas Palestina PKS hanya secuil jika dibandingkan aksi solidaritas
kepada satu bangsa. Di sini saya berikan faktanya, kamu bisa menilai
sendiri.

Saya mencari photo-photo ini dari google. Photo-photo tidak ada yang lengkap
mendokumentasikan satu aktivitas penanggulangan bencana di suatu daerah.
Dengan kata lain, untuk satu bencana hanya didapatkan segelintir photo.
Dokumentasi yang bagus hanya dilakukan oleh
<http://pkskedoyaselatan.multiply.com/photos/album/5/POSKO_BANJIR_PKS_KEDOYA
_SELATAN?&album=5&view:replies=reverse
> PKS Kedoya Selatan. Di sini saya
ingin mengkritik PKS yang tidak mendokumentasikan dengan baik aktivitas
penanggulangan bencananya. Memang sih bangsa ini butuh partai yang BERSIH,
PEDULI dan PROFESIONAL. Namun, supaya menang partai dengan kriteria tersebut
butuh PUBLIKASI. Contohlah dokumentasi PKS Kedoya Selatan.

1. Terkait banjir seluruh Indonesia

http://photos-g.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2741/178/12/1030075652/t1030075
652_402038_3290763.jpg

-
<http://www.detiknews.com/read/2007/02/06/053707/738544/10/pks-dirikan-152-p
osko-banjir-di-5-wilayah-dki-jakarta
> PKS Dirikan 152 Posko Banjir di 5
Wilayah DKI Jakarta

-
<http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=26&jd=Cegah-Banjir,-PKS-Jateng
-Bangun-100-Sumur-Resapan&dn=20080619155716
> Cegah Banjir, PKS Jateng Bangun
100 Sumur Resapan

-
<http://surabaya.detik.com/read/2007/12/26/160731/870983/468/1500-relawan-pk
s-bantu-korban-banjir-di-wilayah-jatim
> 1.500 Relawan PKS Bantu Korban
Banjir di Wilayah Jatim

-
<http://news.okezone.com/BeritaAnda/index.php/ReadStory/2009/01/16/229/18343
6/tim-relawan-p2b-pks-jakarta-siaga-banjir
> Tim Relawan P2B PKS Jakarta,
Siaga Banjir

-
<http://www.detiknews.com/read/2006/06/24/223449/622871/10/pks-dirikan-delap
an-posko-bantuan-banjir-di-sinjai
> PKS Dirikan Delapan Posko Bantuan Banjir
di Sinjai

-
<http://adakabarapa.wordpress.com/2006/07/21/pks-jateng-evakuasi-korban-tsun
ami/
> PKS Jateng Evakuasi Korban Tsunami

2. Terkait tsunami Aceh

http://photos-h.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2741/178/12/1030075652/t1030075
652_402031_3597887.jpg

-
<http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/01/07/brk,20050107-48,id.ht
ml
> PKS Kelola 150 ribu Lebih Pengungsi di Aceh

- <http://www.suaramerdeka.com/harian/0503/08/nas09.htm> PKS Kirim Relawan
ke Aceh

- <http://www.kapanlagi.com/h/0000054011.html> PKS Kirim Relawan Perempuan
ke NAD

- <http://www.simpatisanpks.co.cc/?p=16> PKS Jadi Buah Bibir Masyarakat
Medan

- <http://www.tempo.co.id/hg/nasional/2005/01/25/brk,20050125-42,id.html>
PKS Aceh Tampung Korban Tsunami

-
<http://www.endonesia.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&cid=25&artid=
282> PKS Himpun Rp 11 Milyar Untuk Korban Tsunami Aceh

- <http://www.pks-jaksel.or.id/Article674.html> The Washington Post : Misi
Kemanusiaan PKS Menuai Simpati
<http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/articles/A7783-2005Jan13.html> The
Washington Post : Misi Kemanusiaan PKS Menuai Simpati (Versi Inggris)

3. Terkait gempa Yogyakarta

http://photos-a.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2741/178/12/1030075652/t1030075
652_402040_7790156.jpg

-
<http://www.detiknews.com/read/2006/07/07/185223/631507/10/relawan-pks-tewas
-tenggelam-di-kali-opak-bantul
> Relawan PKS Tewas Tenggelam di Kali Opak,
Bantul

- <http://www.simpatisanpks.co.cc/?p=30> PKS Kirim 1.000 Relawan

-
<http://www.detiknews.com/read/2006/06/04/102428/608764/10/1000-relawan-pks-
bersihkan-puing-bangunan-di-bantul
> 1.000 Relawan PKS Bersihkan Puing
Bangunan di Bantul

- <http://www.kapanlagi.com/h/0000118304.html> PKS Bantu 300 Kantong Darah
Untuk Yogya
http://photos-f.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2741/178/12/1030075652/t1030075
652_402037_2345728.jpg

- <http://www.sinarharapan.co.id/berita/0605/29/nas04.html> Gempa Yogya
Sejumlah Parpol Turunkan Relawan

- <http://www2.kompas.com/metro/news/0605/28/104225.htm> PKS Buka Dompet
Peduli Yogyakarta di Monas

- <http://www.simpatisanpks.co.cc/?p=28> PKS Buka Posko Bantuan Gempa
Yogyakarta

- <http://www.simpatisanpks.co.cc/?p=29> DPW PKS Jakarta Terapi 150 Anak
Korban Gempa Yogya

-
<http://www.detiknews.com/read/2006/06/09/164923/613071/10/bersihkan-puing-g
empa-pks-jateng-berangkatkan-1500-relawan
> Bersihkan Puing Gempa, PKS Jateng
Berangkatkan 1.500 Relawan

Kalau kamu anggap masih kurang silahkan buka:

<http://m.facebook.com/l.php?r81301875&u=http%3A%2F%2Fadilsejahtera.wordpres
s.com%2Fcategory%2Faktivitas-kemanusiaan%2F&h=2bae9a94f004fa942f7d0ac808ab5e
2b&refid=22
>
http://adilsejahtera.wordpress.com/category/aktivitas-kemanusiaan/

Di sini lebih lengkap beritanya. PKS harus diakui lebih PEDULI dibanding
parpol lain.

*****

Mengagumkan. Bagi saya sebagai sebatas simpatisan, hal ini menimbulkan rasa
malu dalam hati. Apa yang telah saya perbuat? Selama ini sering terucap
ingin menjadi orang berguna, ingin berkontribusi, dan lain-lain. Ternyata
masih banyak yang jauh, jauh, jauh lebih baik amalnya dan lebih besar
pengorbanannya.

Dan nyata, dari fakta di atas, dapatlah dikatakan bahwa PKS

TERBUKTI PROFESIONAL

Hati ini pun optimis. Optimis melihat segala fakta di atas. Optimis bahwa
masa depan Indonesia adalah masa depan yang cerah. Optimis bahwa. harapan
itu masih ada!

http://photos-h.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2741/178/12/1030075652/t1030075
652_402063_3120868.jpg

Sumber:
<http://m.facebook.com/l.php?r7ff44526&u=http%3A%2F%2Fwww.simpatisanpks.co.c
c%2F%3Fpage_id%3D43&h=2bae9a94f004fa942f7d0ac808ab5e2b&refid=22
>
http://www.simpatisanpks.co.cc/?page_id=43 (dengan edit seperlunya dan
penambahan/penggantian link alternatif)

http://photos-e.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2741/178/12/1030075652/t1030075
652_402068_1104826.jpg

http://photos-g.ak.fbcdn.net/photos-ak-snc1/v2741/178/12/1030075652/t1030075
652_402086_2750257.jpg

jadi gimana…..pilih PKS untuk indonesia lebih baik yaa

25
Nov
08

EMPATI

By: Andy F Noya

Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji
di kawasan Bintaro. Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas.
Restoran hendak tutup. Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas
karena lapar, salah seorang dari mereka memberi aba-aba untuk tetap
melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.

Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada
yang menghitung uang, mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula
yang membersihkan dan merapikan meja-meja yang berantakan.

Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari.
Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika
menemani anak-anak makan di restoran cepat saji seperti ini, saya tidak
terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada.
Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika
saya terlalu asyik menyantap makanan.

Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak
terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan
sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa
saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat,
pemandangan tersebut menjadi istimewa.

Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang
dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru
saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang
berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik
perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas
makanan.

Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di
atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah.
Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh
tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.

Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan.
Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah
berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa
makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang
pelayan sekalipun.

Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa
makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta
anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga
pernah melakukannya. Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan tertawaan
teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan pernah
ke luar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika,
sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan
terbatas karena tenaga kerja mahal.

Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita.
Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit.
Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya
akan besar sekali bagi para pelayan restoran.

Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti
besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk
membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka.
Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan
sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah di situ.

Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang
bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat.
Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan,
umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan
keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.

Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja
setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya
hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan
merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya.
Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal
asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.

Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku “Chicken Soup”, saya kerap
membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di
belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti
akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia
bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus
kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya
berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.

Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang
setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang
Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada
orang-orang di sekitarnya.

Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata
“terima kasih” saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian.
Menurut dia, kata “terima kasih” merupakan “magic words” yang akan
membuat orang lain senang. Begitu juga kata “tolong” ketika kita meminta bantuan
orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.

Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet,
bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari
istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir
kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. “Sementara
kamu kan tidak mengejar setoran?” Nasihat itu diperoleh istri saya dari
sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan
umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.

Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat
orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati
pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan
membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan
pekerjaan pelayan restoran.

Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah
membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang
permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan
kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.

Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di
antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka
pintu, menahannya sebentar dan menoleh kebelakang untuk berjaga-jaga
apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang
membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di
belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.

Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak
memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari
hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu. Mulailah
sekarang juga.

03
Jul
08

Pidato Steve Jobs: Stay Hunger. Stay Foolish……

Saya merasa bangga di tengah-tengah Anda sekarang, yang akan segera lulus dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah selesai kuliah. Sejujurnya, baru saat inilah saya merasakan suasana wisuda. Hari ini saya akan menyampaikan tiga cerita pengalaman hidup saya. Ya, tidak perlu banyak. Cukup tiga.

Cerita Pertama: Menghubungkan Titik-Titik

Saya drop out (DO) dari Reed College setelah semester pertama, namun saya tetap berkutat di situ sampai 18 bulan kemudian, sebelum betul-betul putus kuliah. Mengapa saya DO? Kisahnya dimulai sebelum saya lahir. Ibu kandung saya adalah mahasiswi belia yang hamil karena “kecelakaan” dan memberikan saya kepada seseorang untuk diadopsi.

Dia bertekad bahwa saya harus diadopsi oleh keluarga sarjana, maka saya pun diperjanjikan untuk dipungut anak semenjak lahir oleh seorang pengacara dan istrinya. Sialnya, begitu saya lahir, tiba-tiba mereka berubah pikiran bayi perempuan karena ingin. Maka orang tua saya sekarang, yang ada di daftar urut berikutnya, mendapatkan telepon larut malam dari seseorang: “kami punya bayi laki-laki yang batal dipungut; apakah Anda berminat? Mereka menjawab: “Tentu saja.” Ibu kandung saya lalu mengetahui bahwa ibu angkat saya tidak pernah lulus kuliah dan ayah angkat saya bahkan tidak tamat SMA. Dia menolak menandatangani perjanjian adopsi. Sikapnya baru melunak beberapa bulan kemudian, setelah orang tua saya berjanji akan menyekolahkan saya sampai perguruan tinggi.

Dan, 17 tahun kemudian saya betul-betul kuliah. Namun, dengan naifnya saya memilih universitas yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, sehingga seluruh tabungan orang tua saya- yang hanya pegawai rendahan-habis untuk biaya kuliah. Setelah enam bulan, saya tidak melihat manfaatnya. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan dalam hidup saya dan bagaimana kuliah akan membantu saya menemukannya. Saya sudah menghabiskan seluruh tabungan yang dikumpulkan orang tua saya seumur hidup mereka. Maka, saya pun memutuskan berhenti kuliah, yakin bahwa itu yang terbaik. Saat itu rasanya menakutkan, namun sekarang saya menganggapnya sebagai keputusan terbaik yang pernah saya ambil.

Begitu DO, saya langsung berhenti mengambil kelas wajib yang tidak saya minati dan mulai mengikuti perkuliahan yang saya sukai. Masa-masa itu tidak selalu menyenangkan. Saya tidak punya kamar kos sehingga nebeng tidur di lantai kamar teman-teman saya. Saya mengembalikan botol Coca-Cola agar dapat pengembalian 5 sen untuk membeli makanan. Saya berjalan 7 mil melintasi kota setiap Minggu malam untuk mendapat makanan enak di biara Hare Krishna. Saya menikmatinya. Dan banyak yang saya temui saat itu karena mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi, ternyata kemudian sangat berharga. Saya beri Anda satu contoh:

Reed College mungkin waktu itu adalah yang terbaik di AS dalam hal kaligrafi. Di seluruh penjuru kampus, setiap poster, label, dan petunjuk ditulis tangan dengan sangat indahnya. Karena sudah DO, saya tidak harus mengikuti perkuliahan normal. Saya memutuskan mengikuti kelas kaligrafi guna mempelajarinya. Saya belajar jenis-jenis huruf serif dan san serif, membuat variasi spasi antar kombinasi kata dan kiat membuat tipografi yang hebat. Semua itu merupakan kombinasi cita rasa keindahan, sejarah dan seni yang tidak dapat ditangkap melalui sains. Sangat menakjubkan.

Saat itu sama sekali tidak terlihat manfaat kaligrafi bagi kehidupan saya. Namun sepuluh tahun kemudian, ketika kami mendisain komputer Macintosh yang pertama, ilmu itu sangat bermanfaat. Mac adalah komputer pertama yang bertipografi cantik. Seandainya saya tidak DO dan mengambil kelas kaligrafi, Mac tidak akan memiliki sedemikian banyak huruf yang beragam bentuk dan proporsinya. Dan karena Windows menjiplak Mac, maka tidak ada PC yang seperti itu. Andaikata saya tidak DO, saya tidak berkesempatan mengambil kelas kaligrafi, dan PC tidak memiliki tipografi yang indah. Tentu saja, tidak mungkin merangkai cerita seperti itu sewaktu saya masih kuliah. Namun, sepuluh tahun kemudian segala sesuatunya menjadi gamblang. Sekali lagi, Anda tidak akan dapat merangkai titik dengan melihat ke depan; Anda hanya bisa melakukannya dengan merenung ke belakang. Jadi, Anda harus percaya bahwa titik-titik Anda bagaimana pun akan terangkai di masa mendatang. Anda harus percaya dengan intuisi, takdir, jalan hidup, karma Anda, atau istilah apa pun lainnya. Pendekatan ini efektif dan membuat banyak perbedaan dalam kehidupan saya.

Cerita Kedua Saya: Cinta dan Kehilangan

Saya beruntung karena tahu apa yang saya sukai sejak masih muda. Woz dan saya mengawali Apple di garasi orang tua saya ketika saya berumur 20 tahun. Kami bekerja keras dan dalam 10 tahun Apple berkembang dari hanya kami berdua menjadi perusahaan 2 milyar dolar dengan 4000 karyawan. Kami baru meluncurkan produk terbaik kami-Macintosh- satu tahun sebelumnya, dan saya baru menginjak usia 30. Dan saya dipecat. Bagaimana mungkin Anda dipecat oleh perusahaan yang Anda dirikan? Yah, itulah yang terjadi. Seiring pertumbuhan Apple, kami merekrut orang yang saya pikir sangat berkompeten untuk menjalankan perusahaan bersama saya. Dalam satu tahun pertama,semua berjalan lancar. Namun, kemudian muncul perbedaan dalam visi kami mengenai masa depan dan kami sulit disatukan. Komisaris ternyata berpihak padanya. Demikianlah, di usia 30 saya tertendang.

Beritanya ada di mana-mana. Apa yang menjadi fokus sepanjang masa dewasa saya, tiba-tiba sirna. Sungguh menyakitkan. Dalam beberapa bulan kemudian, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya merasa telah mengecewakan banyak wirausahawan generasi sebelumnya -saya gagal mengambil kesempatan. Saya bertemu dengan David Packard dan Bob Noyce dan meminta maaf atas keterpurukan saya. Saya menjadi tokoh publik yang gagal, dan bahkan berpikir untuk lari dari Silicon Valley. Namun, sedikit demi sedikit semangat timbul kembali- saya masih menyukai pekerjaan saya. Apa yang terjadi di Apple sedikit pun tidak mengubah saya. Saya telah ditolak, namun saya tetap cinta. Maka, saya putuskan untuk mulai lagi dari awal. Waktu itu saya tidak melihatnya, namun belakangan baru saya sadari bahwa dipecat dari Apple adalah kejadian terbaik yang menimpa saya. Beban berat sebagai orang sukses tergantikan oleh keleluasaan sebagai pemula, segala sesuatunya lebih tidak jelas. Hal itu mengantarkan saya pada periode paling kreatif dalam hidup saya.

Dalam lima tahun berikutnya, saya mendirikan perusahaan bernama NeXT, lalu Pixar, dan jatuh cinta dengan wanita istimewa yang kemudian menjadi istri saya. Pixar bertumbuh menjadi perusahaan yang menciptakan film animasi komputer pertama, Toy Story, dan sekarang merupakan studio animasi paling sukses di dunia. Melalui rangkaian peristiwa yang menakjubkan, Apple membeli NeXT, dan saya kembali lagi ke Apple, dan teknologi yang kami kembangkan di NeXT menjadi jantung bagi kebangkitan kembali Apple. Dan, Laurene dan saya memiliki keluarga yang luar biasa. Saya yakin takdir di atas tidak terjadi bila saya tidak dipecat dari Apple. Obatnya memang pahit, namun sebagai pasien saya memerlukannya. Kadangkala kehidupan menimpakan batu ke kepala Anda. Jangan kehilangan kepercayaan. Saya yakin bahwa satu-satunya yang membuat saya terus berusaha adalah karena saya menyukai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang Anda sukai. Itu berlaku baik untuk pekerjaan maupun asangan hidup Anda. Pekerjaan Anda akan menghabiskan sebagian besar hidup Anda, dan kepuasan sejati hanya dapat diraih dengan mengerjakan sesuatu yang hebat. Dan Anda hanya bisa hebat bila mengerjakan apa yang Anda sukai. Bila Anda belum menemukannya, teruslah mencari. Jangan menyerah. Hati Anda akan mengatakan bila Anda telah menemukannya. Sebagaimana halnya dengan hubungan hebat lainnya, semakin lama-semakin mesra Anda dengannya. Jadi, teruslah mencari sampai ketemu. Jangan berhenti.

Cerita Ketiga Saya: Kematian

Ketika saya berumur 17, saya membaca ungkapan yang kurang lebih berbunyi: “Bila kamu menjalani hidup seolah-olah hari itu adalah hari terakhirmu, maka suatu hari kamu akan benar.” Ungkapan itu membekas dalam diri saya, dan semenjak saat itu, selama 33 tahun terakhir, saya selalu melihat ke cermin setiap pagi dan bertanya kepada diri sendiri: “Bila ini adalah hari terakhir saya, apakah saya tetap melakukan apa yang akan saya lakukan hari ini?” Bila jawabannya selalu “tidak” dalam beberapa hari berturut-turut, saya tahu saya harus berubah. Mengingat bahwa saya akan segera mati adalah kiat penting yang saya temukan untuk membantu membuat keputusan besar. Karena hampir segala sesuatu-semua harapan eksternal, kebanggaan, takut malu atau gagal-tidak lagi bermanfaat saat menghadapi kematian. Hanya yang hakiki yang tetap ada. Mengingat kematian adalah cara terbaik yang saya tahu untuk menghindari jebakan berpikir bahwa Anda akan kehilangan sesuatu. Anda tidak memiliki apa-apa. Sama sekali tidak ada alasan untuk tidak mengikuti kata hati Anda.

Sekitar setahun yang lalu saya didiagnosis mengidap kanker. Saya menjalani scan pukul 7:30 pagi dan hasilnya jelas menunjukkan saya memiliki tumor pankreas. Saya bahkan tidak tahu apa itu pankreas. Para dokter mengatakan kepada saya bahwa hampir pasti jenisnya adalah yang tidak dapat diobati. Harapan hidup saya tidak lebih dari 3-6 bulan. Dokter menyarankan saya pulang ke rumah dan membereskan segala sesuatunya, yang merupakan sinyal dokter agar saya bersiap mati. Artinya, Anda harus menyampaikan kepada anak Anda dalam beberapa menit segala hal yang Anda rencanakan dalam sepuluh tahun mendatang. Artinya, memastikan bahwa segalanya diatur agar mudah bagi keluarga Anda. Artinya, Anda harus mengucapkan selamat tinggal. Sepanjang hari itu saya menjalani hidup berdasarkan diagnosis tersebut. Malam harinya, mereka memasukkan endoskopi ke tenggorokan, lalu ke perut dan lambung, memasukkan jarum ke pankreas saya dan mengambil beberapa sel tumor. Saya dibius, namun istri saya, yang ada di sana, mengatakan bahwa ketika melihat selnya di bawah mikroskop, para dokter menangis mengetahui bahwa jenisnya adalah kanker pankreas yang sangat jarang, namun bisa diatasi dengan operasi. Saya dioperasi dan sehat sampai sekarang. Itu adalah rekor terdekat saya dengan kematian dan berharap terus begitu hingga beberapa dekade lagi.

Setelah melalui pengalaman tersebut, sekarang saya bisa katakan dengan yakin kepada Anda bahwa menurut konsep pikiran, kematian adalah hal yang berguna: Tidak ada orang yang ingin mati. Bahkan orang yang ingin masuk surga pun tidak ingin mati dulu untuk mencapainya. Namun, kematian pasti menghampiri kita. Tidak ada yang bisa mengelak. Dan, memang harus demikian, karena kematian adalah buah terbaik dari kehidupan. Kematian membuat hidup berputar. Dengannya maka yang tua menyingkir untuk digantikan yang muda. Maaf bila terlalu dramatis menyampaikannya, namun memang begitulah adanya.

Waktu Anda terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjalani hidup orang lain. Jangan terperangkap dengan dogma-yaitu hidup bersandar pada hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan omongan orang menulikan Anda sehingga tidak mendengar kata hati Anda. Dan yang terpenting, miliki keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda, maka Anda pun akan sampai pada apa yang Anda inginkan. Semua hal lainnya hanya nomor dua.

Ketika saya masih muda, ada satu penerbitan hebat yang bernama “The Whole Earth Catalog“, yang menjadi salah satu buku pintar generasi saya. Buku itu diciptakan oleh seorang bernama Stewart Brand yang tinggal tidak jauh dari sini di Menlo Park, dan dia membuatnya sedemikian menarik dengan sentuhan puitisnya. Waktu itu akhir 1960-an, sebelum era komputer dan desktop publishing, jadi semuanya dibuat dengan mesin tik, gunting, dan kamera polaroid. Mungkin seperti Google dalam bentuk kertas, 35 tahun sebelum kelahiran Google: isinya padat dengan tips-tips ideal dan ungkapan-ungkapan hebat. Stewart dan timnya sempat menerbitkan beberapa edisi “The Whole Earth Catalog”, dan ketika mencapai titik ajalnya, mereka membuat edisi terakhir. Saat itu pertengahan 1970-an dan saya masih seusia Anda. Di sampul belakang edisi terakhir itu ada satu foto jalan pedesaan di pagi hari, jenis yang mungkin Anda lalui jika suka bertualang. Di bawahnya ada kata-kata: “Stay Hungry. Stay Foolish.” (Jangan Pernah Puas. Selalu Merasa Bodoh). Itulah pesan perpisahan yang dibubuhi tanda tangan mereka. Stay Hungry. Stay Foolish. Saya selalu mengharapkan diri saya begitu. Dan sekarang, karena Anda akan lulus untuk memulai kehidupan baru, saya harapkan Anda juga begitu. Stay Hungry. Stay Foolish.

Disampaikan di di Acara Wisuda Stanford University, USA

Sumber : www.mastel.or.id




 

November 2009
M T W T F S S
« Oct    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Quote

"I am a traveler seeking the truth, a human searching for the meaning of humanity and a citizen seeking dignity, freedom, stability and welfare under the shade of Islam. I am a free man who is aware of the purpose of his existence and who proclaims: “Truly, my prayer and my sacrifice, my living and my dying are all for Allah, the Lord of the worlds; no partner has He. This, am I commanded and I am of those who submit to His Will.” This is who I am. Who are you?" (Hassan al-Banna)

Online

tracker

Your IP Address

Kalender Hijriyah

Blog Stats

  • 20,470 hits

Qur’an Flash

Powered by