Archive for June, 2008

26
Jun
08

Mie Ceker Bandung


Alamat :
Tebet Barat Dalam No. 76
Jakarta Selatan
DKI Jakarta – Indonesia
PH 1: (021) 831-5568

<< Suasana Mie Ceker Bandung tebet

Kemarin saya nyobain restoran ini, tempatnya lumayan cozy. Menu andalan resto ini adalah mie ayam dengan rasa ceker yang khas.
Bener juga…saya pesen mie yamin ceker dan teh manis panas, sedang temen saya memesan mie yamin baso dan teh manis panas.
Mienya berasa ceker, cekernya emang rasanya seperti ceker, kuahnya ada sensasi ceker, dan teh manisnya…ini doang yang ga berasa ceker :D.

Harganya, mie yamin= 9500, Mie baso= 11500, Teh manis=2500….yah standarlah.
Lumayan deh, bisa menahan lapar, memenuhi 1/3 perutku ini. So bagi yang mo nyobain, silahkan datang aja ke tempat ini.

24
Jun
08

Sayap yang tak akan pernah patah


Mari kita bicara tentang orang-orang yang patah hati. Atau kasihnya tak sampai, atau cintanya tertolak. Seperti sayap-sayap Gibran yang patah. Atau kisah kasih Zainuddin dan Hayati yang kandas ketika kapal Vanderwicjk tenggelam. Atau cinta Qais dan Laila yang membuat mereka ‘majnun’, lalu mati. Atau, jangan-jangan ini juga cerita tentang cintamu sendiri, yang kandas ditempa takdir, atau layu tak berbalas. Itu cerita cinta yang digali dari mata air air mata. Dunia tidak merah jambu disana. Hanya ada Qais yang telah majnun dan meratap di tengah gurun kenestapaan sembari memanggil burung-burung O burung, adakah yang mau meminjamkan sayap Aku ingin terbang menjemput sang kekasih hati. Mari kita ikut berbelasungkawa untuk mereka. Mereka orang-orang baik yang perlu dikasihani. Atau, jika mereka adalah kamu sendiri, maka terimalah ucapan belasungkawaku, dan belajarlah mengasihani dirimu sendiri.

Di alam jiwa, sayap cinta itu sesungguhnya tak pernah patah. Kasih selalu sampai disana, Apabila ada cinta dihati yang satu, pastilah ada cinta di hati yang lain,” kata Rumi, “Sebab tangan yang satu tak kan bisa bertepuk tanpa tangan yang lain”. Mungkin Rumi bercerita tentang apa yang seharusnya. Sementara kita menyaksikan fakta lain. Kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah, maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta pada-Nya, pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki: Selamanya memberi yang bisa kita berikan, selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai. Dalam makna memberi itu posisi kita sangat kuat: kita tak perlu kecewa atau terhina dengan penolakan, atau lemah atau melankolik saat kasih kandas karena takdir-Nya. Sebab disini kita justru sedang melakukan sebuah “pekerjaan jiwa” yang besar dan agung: mencintai.

Ketika kasih tak sampai, atau uluran tangan cinta tertolak, yang sesungguhnya terjadi hanyalah “kesempatan memberi” yang lewat. Hanya itu. Setiap saat kesempatan semacam itu dapat terulang. Selama kita memiliki cinta, memiliki “sesuatu” yang dapat kita berikan, Maka persoalan penolakan atau ketidaksampaian, jadi tidak relevan. Ini hanya murni masalah waktu. Para pecinta sejati selamanya hanya bertanya: “Apakah yang akan kuberikan?”, Tentang kepada “siapa” sesuatu itu diberikan, itu menjadi sekunder. Jadi tidak hanya patah atau hancur karena lemah. Kita lemah karena posisi jiwa kita salah. Seperti ini: kita mencintai seseorang, lalu kita menggantungkan harapan kebahagiaan hidup dengan hidup bersamanya! Maka ketika dia menolak untuk hidup bersama, itu lantas menjadi sumber kesengsaraan. Kita menderita bukan karena kita mencintai. Tapi karena kita menggantungkan sumber kebahagiaan kita pada kenyataan bahwa orang lain mencintai kita.

23
Jun
08

Sabar ya

Duh…sulitnya berjalan lurus di titian ini,
seperti memilah tapak yang dipenuhi duri,
tapi kali ini duri ini 100 kali lebih tajam,
dan racunnya 300 kali lebih berbahaya……
salah sedikit memilih akan lebih berbahaya,
karena pengintai dibelakang selalu menanti….

entahlah…karena letih atau apa,
lebih baik kututup mata ini,
karena penglihatan dan kelihatan hanya kecanduan yang fana,
sambil menguatkan penglihatan yang lebih dalam,
penglihatan hati….
dan semua indera coba dibangunkan….bersiap…menyongsong langkah baru,
langkah kehati-hatian….

sudahlah…yang penting semua ucapan kini juga telah terbungkam,
ku belajar mendengar dengan hati,
kupaksa akalpun agar mengikuti hati….
hati kecil…yang selalu terjaga fitrahnya…

Kini…….tinggal hati….
bak panglima di medan pertempuran,
mencoba memenangkan pertempuran….
ku berharap, walau hati ini kalah dalam pertempuran….
semoga dia bisa memenangkan peperangan….

sabar ya bro…sedikit lagi….




 

June 2008
M T W T F S S
« May   Jul »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Quote

"I am a traveler seeking the truth, a human searching for the meaning of humanity and a citizen seeking dignity, freedom, stability and welfare under the shade of Islam. I am a free man who is aware of the purpose of his existence and who proclaims: “Truly, my prayer and my sacrifice, my living and my dying are all for Allah, the Lord of the worlds; no partner has He. This, am I commanded and I am of those who submit to His Will.” This is who I am. Who are you?" (Hassan al-Banna)

Online

tracker

Your IP Address

Kalender Hijriyah

Blog Stats

  • 19,862 hits

Qur’an Flash

Powered by