Misalnya IP Address pelanggan yang telah kita set dan kita berikan src-nat IP publik
(diasumsikan tidak melewati proxy) di Mikrotik adalah : 172.168.1.0/30
1. Login ke Mikrotik OS Anda, lalu ketik :
system script
2. Ketik script untuk mematikan koneksi pelanggan ke arah publik:
add name=”pelanggan-off” \
policy=ftp,read,write,policy,winbox,password \
source={/ip firewall nat set [/ip firewall nat find \
src-address=172.168.1.0/30] disabled=yes}
3. Sedangkan script untuk menghidupkan koneksi pelanggan ke arah publik:
add name=”pelanggan-on” \
policy=ftp,read,write,policy,winbox,password \
source={/ip firewall nat set [/ip firewall nat find \
src-address=172.168.1.0/30] disabled=no}
4. Lalu, langkah terakhir adalah menentukan jam kapan pelanggan harus terkoneksi
ke publik (internet) atau mematikan IP publik pelanggan yang telah kita masukan
kedalam script tadi. Misalnya kita tentukan jam hidup koneksi pada pukul
09.00-14.30, sedangkan waktu matinya koneksi pada pukul 14.31 – 08.59. Cukup
kita panggil nama scriptnya didalam schedule :
/system scheduler
add name=hidup09-1430 start-time=09:00:00 \
interval=1d on-event=pelanggan-on
add name=mati1431-0859 start-time=14:31:00 \
interval=1d on-event=pelanggan-off
taken from :
http://mujie.blog.palangkaraya.net/2007/12/24/script-dan-schedule-di-mikrotik-os/#comment-26


